Sebelumnya Pak Pardi bekerja di sebuah pabrik, namun karena krisis ekonomi beliau terkena PHK. Saat ini Pak Pardi berjualan mie ayam di pinggir jalan by pass Jl. Jendral Sudirman Tangerang. Anaknya Hanan dan Muna adalah tumpuan harapan Bapak ini.
Lain lagi dengan Bapaknya Hana yang mempunyai pekerjaan serabutan, bahkan beliau pernah menjadi tukang pijat keliling. Pekerjaan terakhir inilah yang paling sering beliau kerjakan untuk menafkahi keluarganya.
Lain halnya dengan pekerjaan Pak Pardi dan Bapaknya Hana, Ibunya Tono sendirian membiayai hidup keluarganya. Biasanya menjadi buruh cuci tetangga mereka yang tinggal di komplek perumahan. Pernah suatu waktu, ketika pengurus BIP melakukan survey dengan mendatangi rumah dan akan mengambil gambar mereka, beliau kebingungan mencari Tono yang sedang liburan sekolah yang pastinya tidak akan diam saja di rumah petak ukuran 2 kali 3 meter itu. Dengan terpal biru yang dibawahnya ada bale (bangku bambu panjang) tempat mereka “ngadem” istirahat dari terik panas dan hujan, kami menunggu keduanya.
Yanti dan Ibunya berfoto didepan rumahnya karena didalamnya hanya muat untuk tempat tidur mereka yang berukuran hanya cukup untuk 2 orang. Kami pun tidak pernah bertanya dimana Yanti tidur, anak mereka yang sebentar lagi akan lulus SD dan menjadi remaja.
Dan yang terakhir kami kunjungi adalah rumah Dian, Ibu pada gambar 06 adalah Ibu Ketua RW yang mengantarkan pengurus BIP ke rumahnya. Kami mendengar ada sedikit masalah yang harus segera kami bicarakan dengan Ibunya Dian. Sayang sekali saat itu Ibunya tidak ada. Di lain waktu kami akan singgah lagi ke rumah Dian yang Ibunya berjualan jamu gendong untuk membicarakan hal tersebut.
Sebenarnya masih ada sekitar 8 keluarga lagi dari anak asuh BIP yang tidak kami laporkan secara visual di sini yang juga sudah kami kunjungi dalam rangka pendistribusian qurban di tahun 1427 Hijriyah ini.
Alhamdulillah atas kerjasama pengurus BIP dan sebuah yayasan sosial yang berbaik hati, kami dapat mendistribusikan daging kurban kepada mereka sambil menyalurkan bea siswa untuk anak-anak mereka, tumpuan harapan keluarga sebagaimana kita semua berharap kepada semua anak-anak bangsa ini agar kelak menjadikan bangsa kita menjadi bangsa yang lebih baik dari apa yang telah kita capai sekarang. Amin.
Semua ini bisa terlaksana atas kebaikan hati para dermawan, donatur LSM Bina Insan Prestasi. Semoga amal ibadah Ibu dan Bapak mendapatkan balasan baik di dunia ini maupun di akhirat nanti dalam kelipatan-kelipatan yang telah Allah janjikan kepada kita. Dan Allah Swt tidak pernah lalai dalam janjiNya.
Discussion
No comments for “Mereka membutuhkan uluran tangan kita”
Post a comment
You must be logged in to post a comment.